ASKEP AUTISME PADA ANAK PDF

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore.

Author:Malazragore Moogutaur
Country:Fiji
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):5 April 2010
Pages:279
PDF File Size:1.30 Mb
ePub File Size:19.45 Mb
ISBN:591-3-83150-561-5
Downloads:96322
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gomi



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form.

Report DMCA. Home current Explore. Words: 3, Pages: Preview Full text. Autistik adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi. Gejalanya mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun Suryana, Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut sindrom Kanner yang dicirikan dengan ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi Budiman, Menurut American psychiatric association , bahwa autistic adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri.

Autisme tidak termasuk ke dalam golongan suatu penyakit tetapi suatu kumpulan gejala kelainan perilaku dan kemajuan perkembangan. Dengan kata lain, pada anak Autisme terjadi kelainan emosi, intelektual dan kemauan gangguan pervasif. Berdasarkan uraian di atas, maka autisme adalah gangguan perkembangan yang sifatnya luas dan kompleks, mencakup aspek interaksi sosial, kognisi, bahasa dan motorik.

Kelainan kromosim sindrom x yang mudah pecah atau fragil. Neurokimia katekolamin, serotonin, dopamin belum pasti.

Cidera otak, kerentanan utama, aphasia, defisit pengaktif retikulum, keadaan tidak menguntungkan antara faktor psikogenik dan perkembangan syaraf, perubahan struktur serebellum, lesi hipokompus otak depan. Penyakit otak organik dengan adanya gangguan komunikasi dan gangguan sensori serta kejang epilepsi. Lingkungan terutama sikap orang tua, dan kepribadian anak. Gambaran Autisme pada masa perkembangan anak dipengaruhi oleh Pada masa bayi terdapat kegagalan mengemong atau menghibur anak, anak tidak berespon saat diangkat dan tampak lemah.

Tidak adanya kontak mata, memberikan kesan jauh atau tidak mengenal. Bayi yang lebih tua memperlihatkan rasa ingin tahu atau minat pada lingkungan, bermainan cenderung tanpa imajinasi dan komunikasi pra verbal kemungkinan terganggu dan tampak berteriak-teriak. Pada masa anak-anak dan remaja, anak yang autis memperlihatkan respon yang abnormal terhadap suara anak takut pada suara tertentu, dan tercengang pada suara lainnya.

Bicara dapat terganggu dan dapat mengalami kebisuan. Mereka yang mampu berbicara memperlihatkan kelainan ekolialia dan konstruksi telegramatik. Dengan bertumbuhnya anak pada waktu berbicara cenderung menonjolkan diri dengan kelainan intonasi dan penentuan waktu.

Ditemukan kelainan persepsi visual dan fokus konsentrasi pada bagian prifer rincian suatu lukisan secara sebagian bukan menyeluruh. Tertarik tekstur dan dapat menggunakan secara luas panca indera penciuman, kecap dan raba ketika mengeksplorais lingkungannya. Pada usia dini mempunyai pergerakan khusus yang dapt menyita perhatiannya berlonjak, memutar, tepuk tangan, menggerakan jari tangan.

Kegiatan ini ritual dan menetap pada keaadan yang menyenangkan atau stres. Kelainann lain adalh destruktif, marah berlebihan dan akurangnya istirahat.

Pada masa remaja perilaku tidak sesuai dan tanpa inhibisi, anak austik dapat menyelidiki kontak seksual pada orang asing.

Sel saraf terdapat pada lapisan luar otak yang berwarna kelabu korteks. Sel saraf berhubungan satu sama lain lewat sinaps. Sel saraf terbentuk saat usia kandungan tiga sampai tujuh bulan. Setelah anak lahir,terjadi proses pertumbuhan otak berupa bertambah dan berkurangnya struktur akson,dendrite dan sinaps. Makin banyak sinaps terbentuk,anak makin cerdas,pembentukan akson,dendrite dan sinaps sangat tergantung pada stimulasi dari lingkungan.

Bagian otak yang digunakan dalam belajarmenunjukan pertamabhan akson,dendrite dan sinaps,sedangkan bagian otak yang tak digunakan menunjukan kematian sel,berkurangnya akson,dendrite dan sinaps. Kelainan genetis,keracunan logam berat,dan nutrisi yang tidak adekuat dapat menyebabkan gangguan proses-proses tersebut. Sehingga akan menyebabkan abnormalitas pertumbuhan sel saraf.

Manifestasi klinis yang ditemuai pada penderita Autisme : a. Penarikan diri, Kemampuan komunukasi verbal berbicara dan non verbal yang tidak atau kurang berkembang mereka tidak tuli karena dapat menirukan lagu-lagu dan istilah yang didengarnya, serta kurangnya sosialisasi mempersulit estimasi potensi intelektual kelainan pola bicara, gangguan kemampuan mempertahankan percakapan, permainan sosial abnormal, tidak adanya empati dan ketidakmampuan berteman.

Dalam tes non verbal yang memiliki kemampuan bicara cukup bagus namun masih dipengaruhi, dapat memperagakan kapasitas intelektual yang memadai. Anak austik mungkin terisolasi, berbakat luar biasa, analog dengan bakat orang dewasa terpelajar yang idiot dan menghabiskan waktu untuk bermain sendiri.

Gerakan tubuh stereotipik, kebutuhan kesamaan yang mencolok, minat yang sempit, keasyikan dengan bagian-bagian tubuh. Anak biasa duduk pada waktu lama sibuk pada tangannya, menatap pada objek. Kesibukannya dengan objek berlanjut dan mencolok saat dewasa dimana anak tercenggang dengan objek mekanik. Perilaku ritualistik dan konvulsif tercermin pada kebutuhan anak untuk memelihara lingkungan yang tetap tidak menyukai perubahan , anak menjadi terikat dan tidak bisa dipisahkan dari suatu objek, dan dapat diramalkan.

Ledakan marah menyertai gangguan secara rutin. Kontak mata minimal atau tidak ada. Pengamatan visual terhadap gerakan jari dan tangan, pengunyahan benda, dan menggosok permukaan menunjukkan penguatan kesadaran dan sensitivitas terhadap rangsangan, sedangkan hilangnya respon terhadap nyeri dan kurangnya respon terkejut terhadap suara keras yang mendadak menunjukan menurunnya sensitivitas pada rangsangan lain.

Keterbatasan kognitif, pada tipe defisit pemrosesan kognitif tampak pada emosional i. Menunjukan echolalia mengulangi suatu ungkapan atau kata secara tepat saat berbicara, pembalikan kata ganti pronomial, berpuisi yang tidak berujung pangkal, bentuk bahasa aneh lainnya berbentuk menonjol.

Anak umumnya mampu untuk berbicara pada sekitar umur yang biasa, kehilangan kecakapan pada umur 2 tahun. Intelegensi dengan uji psikologi konvensional termasuk dalam retardasi secara fungsional.

Sikap dan gerakan yang tidak biasa seperti mengepakan tangan dan mengedipkan mata, wajah yang menyeringai, melompat, berjalan berjalan berjingkat-jingkat. Cara mengetahui autis pada anak juga dapat dilihat dari interval umur anak tersebut, karena tanda autis berbeda pada setiap interval umurnya: a.

Pada usia 6 bulan sampai 2 tahun anak tidak mau dipeluk atau menjadi tegang bila diangkat, cuek menghadapi orangtuanya, tidak bersemangat dalam permainan sederhana ciluk baa atau kiss bye , anak tidak berupaya menggunakan kat-kata. Orang tua perlu waspada bila anak tidak tertarik pada boneka atau binatan gmainan untuk bayi, menolak makanan keras atau tidak mau mengunyah, apabila anak terlihat tertarik pada kedua tangannya sendiri.

Pada usia tahun dengan gejal suka mencium atau menjilati bendabenda, disertai kontak mata yang terbatas, menganggap orang lain sebagai benda atau alat, menolak untuk dipeluk, menjadi tegang atau sebaliknya tubuh menjadi lemas, serta relatif cuek menghadapi kedua orang tuanya. Pada usia tahun ditandai dengan keluhan orang tua bahwa anak merasa sangat terganggu bila terjadi rutin pada kegiatan sehari-hari. Bila anak akhirnya mau berbicara, tidak jarang bersifat ecolalia mengulang-ulang apa yang diucapkan orang lain segera atau setelah beberapa lama , dan anak tidak jarang menunjukkan nada suara yang aneh, biasanya bernada tinggi dan monoton , kontak mata terbatas walaupun dapat diperbaiki , tantrum dan agresi berkelanjutan tetapi bisa juga berkurang, melukai dan merangsang diri sendiri.

Ciri yang khas pada anak yang austik : a. Defisit keteraturan verbal. Abstraksi, memori rutin dan pertukaran verbal timbal balik. Kekurangan teori berfikir defisit pemahaman yang dirasakan atau dipikirkan orang lain. Menurut Baron dan kohen ciri utama anak autisme adalah: a. Interaksi sosial dan perkembangan sossial yang abnormal.

Tidak terjadi perkembangan komunikasi yang normal. Minat serta perilakunya terbatas, terpaku, diulang-ulang, tidak fleksibel dan tidak imajinatif. Ketiga-tiganya muncul bersama sebelum usia 3 tahun.

Masa infant dan toddler Hubungan dengan care giver merupakan pusat dari masa ini. Pada kasus autisme sejumlah faktor berhubungan untuk membedakan perkembangannya dengan perkembangan anak normal. Tabel 2. Perbedaan perkembangan anak normal dan anak autis pada masa infant dan toddler NO.

Pandangan mereka mampu melakukan melewati orang kontak sosial melalui dewasa yang tatapan mencegah 2. Toddler: menggunakan perkembangan pola gaze sebagai sinyal interaksi melalui pemenuhan vokalisasi tatapan mereka atau 2. Lebih sering melihat mengundang partner kemana-mana untuk bicara daripada ke orang dewasa 2. Affect Usia 2, bulan sudah melakukan senyum sosial 1. Tidak ada senyum sosial 2. Usia bulan melihat dan tersenyum terhadap ibunya, tapi tidak disertai dengan kontak mata dan kurang merespon senyuman 3.

Vokalisasi Usia bulan anak dan ibunya Karakter Autism mereka ibu terlibat dalam pola tampak dari kurangnya yang simultan dan babbling yang berganti vokal yang menghambat jalan menjadi awal bagi interaksi sosial ini komunikasi verbal 4. Imitasi Sosial: selanjutnya. Langsung muncul setelah Usia bulan dapat berkaitan dengan lahir meniru ekspresi wajah responsifitas sosial, tapi melalui sejumlah bermain bebas dan keanehan dan respon bahasa mekanikal yang mengindikasikan sulitnya 5.

Inisiatif dan Merespon stimulus yang perilaku ini bagi mereka Anak menjadi penerima Reciprocity ada sehingga timbul pasif dari permainan reciprocity orang dewasa dan tidak berinteraksi secara ktif dengan mereka 6.

Attachment Kelekatan pada anak autis diselingi dengan karakteristik pengulangan pergerakan motorik mereka seperti tepukan tangan, goncangan dan berputar-putar 7. Kepatuhan dan 1. Anak autis patuh terhadap permintaan. Jika permintaan tersebut sesuai dengan kapasitas intelektual mereka, mereka dapat merespon secara pantas saat mereka dalam lingkungan yang terstruktur dan dapat diprediksi. Anak autis memiliki sifat negativistik secara berlebihan Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang : a.

Komunikasi : kualitas komunikasinya yang tidak ditunjukkan dibawah ini : normal, seperti 1. Perkembangan bicaranya terlambat, atau samasekali tidak berkembang. Tidak adanya usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara.

Tidak mampu untuk memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik. Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik. Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif, biasanya permainannya kurang variatif. Interaksi sosial : adanya gangguan dalam kualitas interaksi social : 1. Kegagalan untuk bertatap mata, menunjukkan ekspresi fasial, maupun postur dan gerak tubuh, untuk berinteraksi secara layak. Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya, dimana mereka bisa berbagi emosi, aktivitas, dan interes bersama.

Ketidak mampuan untuk berempati, untuk membaca emosi orang lain.

EXOPHORIC REFERENCE PDF

Gangguan terlambat berbicara

Journal published by University of Indonesia. Indonesian Journal of Nursing JKI Journal published by University of Indonesia The Indonesian Journal of Nursing focuses on nursing research and evidence-based studies, particularly on the development of nursing knowledge and technology in Indonesia. It covers diverse issues, including fundamental nursing, surgical nursing, neonatal and pediatric nursing, maternity nursing, mental health and psychiatric nursing, family and community health nursing, gerontological nursing, and nursing administration and management. The journal also considers manuscripts aimed at strengthening Indonesia's national healthcare system, such as those covering health workforce, health policy, a All submitted contributions undergo a blind peer-review process. Language Bahasa Indonesia English Date All time Since 2 Since 75 Custom range

AMAR VERBO INTRANSITIVO MARIO DE ANDRADE PDF

Askep Keperawatan Anak Dengan Autisme

Adiantum raddianum, commonly called Delta maidenhair fern, and its cultivars are perhaps the most commonly grown of the non-winter hardy maidenhair ferns. Elegant and fast growing, Adiantum raddianum Delta Maidenhair is a tufted evergreen fern with smooth, purplish-black stalks bearing…. NaCl dehydrates hydrophilic group nonionic surfactants. Therefore, CMC decreases. The length of the hydrophobic block polymer micelles is not reduced. All these substances are poorly soluble in water and therefore soy lecithin does not have CMC in an aqueous solution,…. User Manual.

K6T4016C3C DATASHEET PDF

askep autis

Tutorial of Submitting Articles. Manuscript Template. Form for Author. Autis merupakan salah satu jenis gangguan perkembangan dimana anak mengalami gangguan dalam interaksi sosial, berkomunikasi, serta masalah perilaku dan kognitif. Hal ini membuat pengasuhan anak autis menjadi penuh tantangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat anak usia sekolah yang mengalami autis. Data didapatkan dari wawancara semi terstruktur pada 8 orang anak usia 8 sampai 15 tahun yang dipilih dengan menggunakan metode snow ball sampling.

Related Articles